Friday, August 7, 2009

Al-Fatihah Untuk WS Rendra - Pejuang Rakyat dan Kemanusiaan

http://media.kapanlagi.com/p/ws_rendra-001.jpg

Sejak di era pelajar, saya sangat meminati susuk yang bernama WS Rendra itu. Saya meminati sajaknya, malah menghafal banyak bait-bait sajaknya kerana ia sangat dekat dengan suara nurani rakyat bawahan dan sarat dengan mesej kemanusiaan. Antara sajak-sajaknya yang sangat saya kagumi ialah Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta, Pesan Pencopet kepada Pacarnya, Paman Doblang, Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api dan Rajawali.

Rendra, 74, yang juga dikenali "Si Burung Merak" meninggal dunia pada 10.15 malam tadi akibat sakit jantung meninggalkan 11 orang anak daripada tiga isteri - dua daripadanya sudah diceraikan. Beliau yang dilahirkan sebagai seorang Kristian telah memeluk Islam pada Ogos 1970 ketika menikahi isteri keduanya Sitoresmi Prabuningrat menukar namanya menjadi Wahyu Sulaiman Rendra daripada nama asalnya Willibrodus Surendra Broto Renda.

Jenazah allahyarham dijadual dikebumikan selepas solat Jumaat hari ini.

Al-Fatihah untuk Rendra, tokoh pejuang rakyat dan kemanusiaan yang tiada bandingnya itu.

Sebagai ingatan terhadap Allayarham, saya titipkan sajak beliau 'Rajawali' yang ditujukan kepada pejuang-pejuang rakyat yang tidak pernah luntur semangat perjuangannya dalam menegakkan kebenaran:


Rajawali


Sebuah sangkar besi tidak bisa merubah seekor rajawali menjadi seekor burung nuri.

Rajawali adalah pacar langit dan didalam sangkar besi rajawali merasa pasti bahwa langit akan selalu menanti..

Langit tanpa rajawali adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma.


Tujuh langit tujuh rajawali, tujuh cakrawala tujuh pengembara

Rajawali terbang tinggi memasuki sepi memandang dunia

Rajawali di sangkar besi duduk bertapa mengolah hidupnya

Hidup adalah merjan2 kemungkinan yang terjadi dari kringat matahari


Tanpa kemantapan hati rajawali mata kita hanya melihat fatamorgana

Rajawali terbang tinggi membela langit dengan setia

Dan ia akan mematuk kedua matamu - wahai kamu, wahai kamu, pencemar langit yang durhaka!

Benar kata Rendra, sangkar besi (penjara) yang mengurung sang rajawali, tidak bisa mengubahnya menjadi seekor nuri yang tunduk kepada kata-kata sang penguasa.

Dan siapa pencemar langit yang durhaka itu? Pencemar langit yang durhaka itu ada di sekitar kita, mereka sangat berkuasa, namun jika anda adalah rajawali, anda tak perlu gentar dengan pencemar langit yang durhaka itu, kerana tiba masanya anda selaku rajawali akan mematuk kedua matanya hingga buta!!

~ pendikar gunung kriang

No comments:

Post a Comment

Pengendali blog tidak bertanggung jawab atas komen yang disampaikan. Komen yang disampaikan adalah tanggung jawab anda sendiri.